VAGINISMUS

Tanggal: Senin / 07 Agustus 2017
vaginismus

Dr. Nuring Pangastuti, SpOG(K)

Divisi Uroginekologi, Departemen Obstetri Ginekologi,

RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta

 

Menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th Revision (DSM-IV), vaginismus adalah keadaan berulang dan menetapnya spasme involunter otot-otot vagina yang berpengaruh pada intercourse (aktivitas seksual berupa penetrasi penis ke dalam liang vagina).

 

Kondisi ini mengakibatkan penetrasi menjadi sulit dan nyeri, bahkan seringkali tidak mungkin terjadi. Vaginismus merupakan salah satu bentuk disfungsi seksual, meskipun rasa nyeri tidak selalu hanya terjadi pada aktivitas seksual, melainkan kadang-kadang juga pada pemeriksaan ginekologi, atau pada insersi tampon. Hal ini merupakan kondisi kompleks dengan banyak kemungkinan penyebab seperti trauma seksual, faktor psikologis, riwayat ketidaknyamanan dalam aktivitas seksual, kelainan bawaan, atau infeksi daerah genital yang mengakibatkan nyeri panggul kronik. Penyebab terbanyak nyeri panggul kronis adalah endometriosis, infeksi saluran kemih maupun saluran cerna bagian bawah, gangguan persarafan dan otot. Mungkin juga terjadi tidak ada penyebab yang dapat ditemukan.

 

Keadaan vaginismus sering berkembang menjadi kecemasan terhadap aktivitas seksual, terutama penetrasi penis. Namun demikian, hal ini bukan berarti perempuan yang mengalami vaginismus tidak memiliki respon terhadap suatu rangsangan seksual. Beberapa perempuan dengan vaginismus cukup responsif terhadap rangsangan seksual dan dapat mencapai orgasme melalui stimulasi klitoris.

 

Keluhan utama yang sering disampaikan oleh perempuan dengan vaginismus adalah nyeri vagina pada upaya menuju penetrasi/ sexual intercourse, serta selama pemeriksaan ginekologi. Pada pemeriksaan ginekologi didapatkan kontraksi otot involunter ketika jari-jari dimasukkan ke dalam vagina, yang biasanya menghasilkan rasa nyeri. Pemeriksaan ini juga perlu untuk menyingkirkan penyebab lain dispareunia.

 

Penatalaksanaan terpilih vaginismus adalah program terapi yang mengkombinasikan edukasi dan konseling dengan latihan/perubahan gaya hidup. Latihan kontraksi dan relaksasi otot-otot dasar panggul (latihan Kegel) untuk memperbaiki kontrol volunter otot-otot vagina. Terapi dilatasi vagina direkomendasikan menggunakan dilator plastik, dilakukan di bawah arahan terapis seks atau ahli lain yang kompeten, sebaiknya dengan melibatkan pasangan. Terapi bertujuan mengurangi gejala menjadi sesedikit mungkin. Penatalaksanaan yang baik adalah juga dengan pendekatan multidisipliner.