Prolaps Organ Panggul

Tanggal: Senin / 07 Agustus 2017
prolaps-organ-panggul

Prolaps organ panggul (POP) adalah turunnya/herniasi isi organ panggul melalui vagina akibat kelemahan struktur penyokong dasar panggul. Akibatnya, terjadi penurunan dinding vagina, rahim, kandung kemih, saluran cerna bawah, maupun usus ke vagina.

Prolaps organ panggul (POP) merupakan masalah kesehatan perempuan yang umum dan sering terjadi. Tidak menyebabkan kematian, namun berpotensi menurunkan kualitas hidup. Kajadian POP pada perempuan dewasa yang telah pernah melahirkan adalah 50%. Mekanismenya berhubungan dengan banyak faktor risiko, meliputi komponen intrinsik (genetik, umur, menopause, etnik) dan komponen ekstrinsik (jumlah anak, riwayat histerektomi, penyakit lain, pekerjaan).          

Tanda dan gejala, melibatkan 4 karakteristik area yaitu saluran kemih bawah, saluran cerna, gangguan seksual serta gejala lokal. Atau mekanik/lokal dan gejala fungsional.

Keluhan:

-       merasa ada benda menonjol/mengganjal di vagina, vagina terasa berat

-       rasa sakit/nyeri pinggang yang berkurang pada posisi berbaring

-       nyeri panggul dan pangkal paha (biasanya bersifat kronis)

-       gangguan berkemih (sering berkemih dengan jumlah sedikit-sedikit, tidak dapat mengosongkan kandung kemih secara lampias, inkontinensi urin, tidak dapat menahan berkemih spontan saat batuk/bersin/mengejan)

-       keluhan defekasi/buang air besar(konstipasi, ketidakmampuan mengosongkan rektum, atau inkontinensi fekal dalam berbagai derajat)

-       gangguan hubungan seksual (dispareunia, tidak dapat penetrasi penuh saat hubungan seksual)

-       perdarahan vaginal karena erosi atau ulserasi, kesulitan berjalan

Penatalaksanaan POP:

1. Pencegahan:

-pembatasan jumlah kehamilan dan persalinan (Keluarga Berencana)

-terapi hormon pengganti

-latihan otot dasar panggul secara teratur

-perubahan gaya hidup (turunkan berat badan, diet tinggi serat, obati batuk)

2. Konservatif

-hilangkan semua faktor risiko yang ada

-latihan otot dasar panggul Kegel

-pesarium

-terapi hormon

-fisioterapi berupa stimulasi elektrik (biofeedback)

3. Pembedahan/Operatif: melalui vagina atau abdomen      

 

Dr. Nuring Pangastuti, SpOG

Div. Uroginekologi, Departemen ObGin RSUP Dr. Sardjito

Yogyakarta